Objek Wisata Tirta Empul

Bali Tour Tirta Empul merupakan salah satu objek wisata kolam yang tidak hanya menampilkan pemandangan yang indah, namun dapat memberikan kesakralan yang luar biasa. Pengambilan nama tempat wisata ini kemungkinan besar diambil dari sumber mata airnya yang berasal dari Tirta Empul. Tirta Empul sendiri dapat diartikan sebagi air suci yang menyembur dan keluar dari dalam tanah secara terus-menerus sehingga pantaslah jika sumber mata air ini terus mengalir tanpa kering. Menarik bukan untuk berkunjung kesana! Anda dapat mengagendakannya ketika berlibur ke Bali.

Tirta Empul

Tirta Empul

Lokasi tempat wisata ini berada di Desa Manukaya, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Kolam ini mulai dibangun sekitar tahun 962 Masehi hingga sekarang masih berfungsi sebagaimana mestinya. Tirta Empul ini biasanya sering dijadikan tempat untuk membersihkan diri secara spiritual atau lebih dikenal dengan istilah melukat. Anda bisa mengunjungi tempat wisata ini dengan jarak satu jam saja dari kota Denpasar.

Apa yang istimewa dari Objek wisata ke bali di Tirta Empul tersebut? Suasana yang aman, nyaman serta asri dipdu-padankan dengan penataan taman yang indah akan menjadi keistimewaan tersendiri dari objek wisata yang satu ini. Disamping itu, desain dengan estetika khas arsitektur Bali akan semakin menguatkan bahwa bangunan di Tirta Empul semakin istimewa dan sakral. Daya tarik utama dari tempat wisata yang satu ini tiada lain adalah adanya pancuran air bersih dan jernih yang dinamai dengan Tirta Empul. Air dari pancuran ini dipercaya oleh penduduk setempat dapat dijadikan ritual pembersih serta penyembuh bagi seseorang yang telah menggunakannya.

tampaksiring-2

Air kolam tirta empul yang tidak hentinya mengalir memberikan kepercayaan tersendiri bagi penduduk setempat bahwa air ini dapat berguna untuk melukat. Pada perkembangannya, ritual ini banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Konon, jika anda mencobanya, maka anda akan mendapatkan sensasi kesegaran yang luar biasa, baik itu untuk jasmani maupun rohani. Objek wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi bagi anda yang sedang merayakan bulan madu di bali bersama dengan pasangan tercinta.

Sejarah Tirte Empul, Tampaksiring Bali

Dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan di wilayah Tampaksiring, dengan rajanya yang sangat jahat yaitu Raja Mayadenawa yang merupakan keturunan Daitya di daerah Blingkang sebelah utara danau batur bali. Iapun memiliki kesaktian, salah satunya ialah bisa merubah dirinya menjadi bentuk yang ia inginkan. Dan karena kesaktiannya, ia pun menjadi sombong dan angkuh, sehingga rakyat Bali pun tak di izinkan untuk menyembah Tuhan, dilarang melakukan upacara keagaman dan merusak semua Pura. Dan itu membuat rakyat menjadi sedih dan sengasara, namun tak kuasa menentang Raja tersebut.

Atas hal tersebut, rakyat pun memohon kepada Tuhan, sehingga turunlah Dewa Indra bersama pasukannya untuk menyerang Mayadenawa. Namun karena kesaktian Raja Mayadenawa, ia pun mengetahui bahwa posisinya terancam, maka mayadenawa pun melakukan perlawanan yang hebat, dan membuat Mayadenawa pun menciptakan mata air yang beracun dekat tenda pasukan Dewa Indra, dan agar tidak meninggalkan jejak ia pun berjalan dengan telapak miring, oleh sebab itu kemudian di kenal sebagai nama daerah Tampak Siring, yaitu tampak kaki yang miring.

tampaksiring-3

Karena banyaknya pasukan Dewa Indra yang meminum air tersebut, maka besoknya pun banyak pasukannya yang jatuh sakit karena air tersebut. Maka Dewa Indra menciptakan penawarnya yang kemudian di kenal dengan nama Tirta Empul sehingga semua pasukannya bisa sembuh kembali. Kemudian Dewa Indra Pun mengejar Mayadenawa, dan ia pun merubah diri menjadi se-ekor Ayam Jago ( Manuk Raya ), dan daerah tempat persembunyiannya menjadi nama Desa Manukaya, lalu mayadenawa berubah menjadi Buah Timbul, oleh sebab itu di daerah tempat bersembunyinya menjadi nama Desa Timbul, lalu lari lagi dan berubah menjadi Busung Janur, maka desa tersebut menjadi nama Desa Blusung, lalu lari lagi dan berubaj menjadi susuh, maka dinamakan Desa Panyusuhan, lalu lari lagi menjadi seorang Bidadari, maka di namakan Desa Kedewetan. Kemudian lari lagi dan berubah menjadi Batu Paras, bersama patihnya Si Kala Wong, dan batu tersebut di Panah oleh Dewa Indra dan akhirnya mereka menemui ajalnya. Dan aliran darahnya berubah menjadi sungai dan di beri nama Singai Petanu, dan di kutuk Dewa Indra, jika air sungai tersebut di gunakan untuk mengairi sawah, akan menjadi subur, tetapi jika di panen maka akan mengeluarkan daran dan berbai Bangkai. Dan kutukan itu berumur 1000 Tahun.

 

Video  Tirta empul Tampak Siring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: